<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://kolorjingga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kolorjingga.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 12:46:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kolorjingga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kolorjingga.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kolorjingga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/22/hello-world/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 12:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=1&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=1&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balekambang, Sebuah Warisan bagi Kesenian dan  Tata Ruang Kota Solo</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/18/balekambang-sebuah-warisan-bagi-kesenian-dan-tata-ruang-kota-solo/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/18/balekambang-sebuah-warisan-bagi-kesenian-dan-tata-ruang-kota-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 10:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[historia vitae magistra]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[ketoprak tobong]]></category>
		<category><![CDATA[mangkunegaran]]></category>
		<category><![CDATA[partinah]]></category>
		<category><![CDATA[partini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[srimulat]]></category>
		<category><![CDATA[teguh]]></category>
		<category><![CDATA[water resevoir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sejak secil saya mengenal nama Balekambang, yaitu sebuah tempat di pinggir jalan besar di daerah belakang pasar depok. Tempat dengan keadaan gelap, remang-remang, angker dan kumuh yang di sisi dalamnya berdiri sebuah gedung pertunjukan dan kolam yang tidak terawat. &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/18/balekambang-sebuah-warisan-bagi-kesenian-dan-tata-ruang-kota-solo/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=480&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/files/2009/10/7522_1127888681240_1347896892_30301679_5901984_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-498 alignleft" src="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/files/2009/10/7522_1127888681240_1347896892_30301679_5901984_n-300x102.jpg" alt="7522_1127888681240_1347896892_30301679_5901984_n" width="237" height="102" /></a></p>
<p>Sudah sejak secil saya mengenal nama Balekambang, yaitu sebuah tempat di pinggir jalan besar di daerah belakang pasar depok. Tempat dengan keadaan gelap, remang-remang, angker dan kumuh yang di sisi dalamnya berdiri sebuah gedung pertunjukan dan kolam yang tidak terawat. Orang tua saya menanamkan sebuah mindset bahwa dulu tempat kumuh itu adalah sebuah tempat yang penuh kenangan dan kejayaan. Dogma seperti itu lah yang ayah dan ibu saya tanamkan kepada saya, bahkan eyang dan salah satu budhe saya juga ikut-ikutaan dengan beragam ceritanya.</p>
<p>Itu dulu, cerita ketika saya masih &#8220;putih merah&#8221; tapi sekarang ketika saya sudah &#8220;bebas&#8221; dan mengambil konsentrasi di sejarah, ternyata memang benar adanya. Balekambang adalah sebuah ikon kejayaan Solo di masa lampau yang berada di bawah naungan swapraja Mangkunegaran. Dibangun oleh Sorjosoeparto yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VII pada 26 Oktober 1921, Balekambang adalah sebuah manifestasi dari kecintaan Sorjosoeparto terhadap kedua putri tertua beliau yang bernama partini dan partinah.</p>
<p><em><strong>Origin</strong></em></p>
<p>Taman Balekambang pada masa dulu tidak berdiri sendiri, ada dua bagian dari taman tersebut. Yang pertaman adalah Partini tuin (taman air partini) dan Partinah bosch (hutan kota partinah) yang merupakan satu kesatuan dari taman Balekambang ini. Konsep awal pembangunan Balekambang adalah sebagai ruang publik yang meniru hutan buatan dan taman air yang ada di negeri Belanda. Dimanifestasikan sesuai dengan kesukaan Partini akan taman air dan Partinah akan pemandangan hijau yang teduh.</p>
<p><a href="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/files/2009/10/7522_1127887841219_1347896892_30301658_1254575_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-500 alignleft" src="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/files/2009/10/7522_1127887841219_1347896892_30301658_1254575_n-253x300.jpg" alt="7522_1127887841219_1347896892_30301658_1254575_n" width="216" height="245" /></a>Seperti yang diungkap dalam babad Solo karya RM Sajid<em> &#8221;Ing akhir tahun 1921 dipun bikak satungiling taman hiburan ingkang resminipun nama &#8216;Partini Tuin&#8217;, tegesipun Taman Partini. Partini punika putra dalem ingkang sepuh piyambak. Nanging umum mastani Balekambang</em>.&#8221; (Pada akhir tahun 1921, dibuka sebuah taman hiburan yang resminya bernama Partini Tuin, yang artinya Taman Partini. Partini itu putra dalem yang tertua. Namun umum menyebutnya dengan nama Balekambang).</p>
<p>Disebutnya sebagai &#8220;Balekambang&#8221; karena konon kataya bearsal dari kata <em>Bale</em>, yang artinya Balai atau rumah dan <em>Kambang</em>, yang artinya mengapung. Keduanya adalah unsur bahasa jawa. Penamaan balekambang sepertinya berasal dari perspektif apung yang akan kita lihat pada rumah-rumahan yang berada di seberang kolam Partini, seolah-olah rumah itu mengapung karena di depannya terhampar kolam buatan.</p>
<p><strong>Daerah Resapan dan Persaingan Dua Raja <span id="more-480"></span></strong></p>
<p>Tempat seluas 10 ha itu merupakan sebuah simbol kebesaran swapraja Mangkunegaran. Selain sebagai daerah resapan air dan tata air kota, Balekambang  juga di fungsikan menjadi taman rekreasi dan memperindah tata ruang kota.</p>
<p>Mangkraknya kawasan Balekambang nampaknya memaksa sebuah revitalisasi, dan revitalisasi itu kini telah terealisasikan. Pemkot Solo mengalokasikan dana sebesar 7,5 Miliar rupah untuk merevitalisasi taman Balekambang, mengembalikan kejayaan masa lampaunya dengan tidak menghilangkan konsep aslinya, yakni sebagai hutan buatan dan ruang publik yang juga berfungsi sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota.</p>
<p>Hutan kota taman Balekambang yang juga difungsikan sebagai daerah resapan air ini disebut-sebut sebagai bentuk persaingan anatara Mangkunegoro VII dan Paku Buwono X dari Kraton Kasunanan. Paku Buwana X juga memiliki Kebon rojo atau yang sekarang kita kenal dengan Sriwedari yang di kala itu juga difungsikan sebagai daerah resapan di Solo.</p>
<p>Kedua daerah resapan itu mengambil air dari waduk cengklik yang ada diBoyolali untuk mebersihkan saluran air bawah tahan di kota Solo dan mengalirkannya ke kali pepe.</p>
<p><strong>Ikon Srimulat dan ketoprak Tobong<br />
</strong></p>
<p>Gedung ketoprak adalah ikon kejayaan Taman Balekambang sebelum &#8220;kehilangan roh&#8221; di era 1980-an. Di gedung inilah legenda hidup Srimulat dilahirkan oleh tangan Teguh Srimulat, yang dilahirkan dengan nama Kho Tjien Tiong. Maestro kelahiran 1926 ini lah pendiri dari Srimulat. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri pertamanya, Raden Ayu Srimulat, putri seorang wedana di daerah Bekonang yang pada saat menikah usia Teguh terpat lebih muda 18 tahun dari R.Ay Srimulat.</p>
<p>Ketoprak Tobong atau yang dikenal dengan ketoprak Balekambang juga sempat merasakan manisnya kebesaran Taman Balekambang. Dengan memanfaatkan bekas gedung Srimulat solo, komunitas tobong terus berkarya dan berkesenian di sini.</p>
<p>Hingga di era akhir 80-an dengan semakin berkemangnya media hiburan terutama televisi, para penonton seakan segan untuk melirik kesenian ini hingga benar-beanr menyebebkan mati surinya kesenian ini di akhir era 80-an.</p>
<p>Keunikan tersendiri dari Tobong Balekambang adalah para pemain tobong juga tinggal di sekitaran gedung tempat mereka melakukan pementasan, namun sungguh ironis ketika kesenian ini mati suru di akhir 1980-an. Taman Balekambang yang di siang hari ramai karena dipenuhi oleh &#8220;anak tobong&#8221; disiang hari menjadi sangat sepi, karena mereka harus mengais rejeki di saat sulitnya hidup yang hanya mengandalkan dari hasil pementasan tobong. Di kala itu tiket pementasan dijual antara 2500-3000 rupiah dengan jumlah penonton yang hanya bisa dihitung dengan jari.</p>
<p>Berbeda kondisi ketika malam hari tiba, dinamisnya aksi panggung walau sepi pengunjung tetap mereka pertahankan. Apa yang mereka bangun dari awal, yakni kesenian tobong telah menjadi <em>way of life</em> bagi mereka.</p>
<p>Sekarang taman Balekambang telah direvitalisasi, nampaknya kejayaan masa lalunya telah kembali. Pemugaran dan penambahan fasilitas sudah sangat baik sekali, sanitasi dan aspek kebersihan juga menjadi salah satu keunggulan dari taman ini.  lahan Parkir dan Fasilitas hot spot serta pedagang kaki lima tak ketinggalan meramaikan Balekambang di era nya Pak Jokiwi. Tak lupa pengadaan 3 ekor rusa dan tanaman langka menjadikan Balekambang benar-benar seperti yang diinginkan oleh Partini dan Partinah. Revitalisasi telah selesai, kejayaan masa lalu telah kembali dan saatnya sekarang bagi kita untuk melestarikan tempat yang sarat manfaat dan sejarah seperti taman Balekambang &#8211;<a href="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id"> Gilang Perdana</a></p>
<p><a href="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id">Http://gilangperdana.blog.uns.ac.id</a></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=480&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/18/balekambang-sebuah-warisan-bagi-kesenian-dan-tata-ruang-kota-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/files/2009/10/7522_1127888681240_1347896892_30301679_5901984_n-300x102.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7522_1127888681240_1347896892_30301679_5901984_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/files/2009/10/7522_1127887841219_1347896892_30301658_1254575_n-253x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7522_1127887841219_1347896892_30301658_1254575_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>History for A Wisdom &#8212; part 1</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/13/history-for-a-wisdom-part-1/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/13/history-for-a-wisdom-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 16:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[FSSR]]></category>
		<category><![CDATA[historia vitae magistra]]></category>
		<category><![CDATA[mangkunegaran]]></category>
		<category><![CDATA[reksopustoko]]></category>
		<category><![CDATA[sangiran]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Jurusan Ilmu Sejarah UNS mengadakan acara tahunannya &#8220;osmaru&#8221; bagi angkatan 2009 pada 10-11 Oktober 2009. Mengsung tema &#8220;History for A Wisdom&#8221; kegiatan ini bertempat di 3 lokasi, yakni pura Mangkunegaran, Museum Sangiran dan Kampus UNS, satu hari di pura Mangkunegaran &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/13/history-for-a-wisdom-part-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=468&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Jurusan Ilmu Sejarah UNS mengadakan acara tahunannya &#8220;osmaru&#8221; bagi angkatan 2009 pada 10-11 Oktober 2009. Mengsung tema &#8220;History for A Wisdom&#8221; kegiatan ini bertempat di 3 lokasi, yakni pura Mangkunegaran, Museum Sangiran dan Kampus UNS, satu hari di pura Mangkunegaran dan museum Sangiran dan sehari kemudian di kampus UNS.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1124395273907_1347896892_30293990_6539875_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1124395273907_1347896892_30293990_6539875_n.jpg" alt="" width="374" height="336" /></a></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pura Mangkunegara</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan menggunakan satu bus berukuran besar rombongan peserta yang berjumlah 34 orang berangkat dari halaman FSSR UNS menuju pura Mangkunegaran di kawasan Banjarsari Solo. Di sini mahasiswa baru dikenalkan kepada salah satu peningglanan Bersejarah yang ada di Kota Solo.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Berdirinya Puro Mangkunegaran tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan RM Said dalam mengusir penjajah di bumi nusantara, yang ditunjukkan melalui 250 pertempuran dengan tiga diantaranya merupakan pertempuran dahsyat tanpa mengalami kekalahan. Sehingga pemerintah melalui Keppres No. 048/TK/1988 menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipurna (Kelas I) dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.<span id="more-468"></span></em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>RM Said dilahirkan di istana Kartasura pada hari Minggu tanggal 4 Ruwah tahun Jimakir, bertepatan dengan 8 April 1725. Ayahanda RM Said adalah Kanjeng Pangeran Aryo Mangkoenagoro (Kartasura), sedang ibundanya adalah RA Wulan, putri dari Pangeran Balitar. Semasa kecil RM Said sudah harus hidup mandiri karena ibunda tercinta wafat setelah melahirkan beliau. Selang dua tahun kemudian ayahanda ditawan Belanda dan diasingkan ke Tanah Kaap (Ceylon). Akibatnya masa kecil dilalui layaknya bukan sebagai bangsawan. Makan, minum dan bermain bersama anak-anak para abdi dalem, bahkan tidak jarang tidur di kandang kuda. Kondisi seperti itulah yang kelak membentuk sifat keberanian, kebersamaan dan kedekatan dengan rakyat jelata yang dilakukan secara tulus.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Pada tahun 1742 terjadi kemelut di istana Kartasura. RM Said berhasil meloloskan diri ke Wonogiri bersama teman-temannya yang kemudian menjadi pasukan inti dan terkenal dengan sebutan Punggawa Baku Kawandoso Joyo. Diusia yang baru 17 tahun itu, beliau telah menyatakan perang terhadap kekuasaan Kumpeni dan Sunan Pakubuwana (PB). Beliau melatih sendiri para prajuritnya, baik laki-laki maupun wanita, mengangkat senjata dan menunggang kuda sehingga menjadi pasukan yang tangguh, tangkas, berani dan setia.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Pada usia 22 tahun RM Said dijodohkan dengan putri Pangeran Mangkubumi yang bernama RA Inten. Sejak saat itu RM Said menerima penggabungan Pangeran Mangkubumi untuk berjuang bersama. Namun perjuangan bersama itu harus berakhir setelah Mangkubumi mengadakan perjanjian damai dengan Kumpeni. Kumpeni merayu Sunan PB III untuk membagi kekuasaan Mataram menjadi dua, yaitu Kasunanan di Surakarta dan Kasultanan di Yogyakarta. Kasultanan dipegang Pangeran Mangkubumi yang bergelar Hamengkubuwana I dan PB III menjadi raja Kasunanan di Surakarta.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>RM Said tetap konsisten melanjutkan perjuangan melawan intervensi Belanda. Kalau dulu musuhnya hanya Kumpeni dan Sunan PB, kini bertambah satu lagi yakni Sultan HB yang tidak lain paman dan mertuanya sendiri. Dalam pertempuran di Ponorogo pada hari Jumat tanggal 16 Syawal tahun Je (1752 M) RM Said berhasil memporak-porandakan pasukan gabungan 3 kekuatan. Kendati jumlah pasukannya sedikit tetapi dengan strategi yang cerdas didukung sumpah setia, kebulatan tekad, ketangguhan, ketangkasan dan keberanian pasukannya, maka musuh dapat dihancurkan. Di pihak musuh 600 orang tewas, sedang dipihak RM Said hanya 3 prajurit gugur dan 29 prajurit luka-luka. Hasil rampasan berupa sejumlah besar mesiu, 120 kuda, 140 pedang, 160 karabin, 130 pistol dan perlengkapan militer lainnya dihibahkan kepada prajuritnya.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kumpeni mengundurkan diri ke Rembang guna menunggu bantuan dari Batavia dipimpin Kapten Van der Pol dan Kapten Beiman. Mengetahui kedatangan dua detasemen pasukan Kumpeni tersebut, RM Said mengerahkan pasukannya untuk lebih dahulu menyerang. Pada hari Senin tanggal 17 Sura tahun Wawu (1756 M), pertempuran dahsyat kedua pecah di daerah Sito Kepyak. Dalam pertempuran tersebut 15 prajurit andalannya gugur, tetapi RM Said berhasil membantai dua detasemen tentara Kumpeni. Bahkan dengan pedangnya sendiri beliau memenggal kepala Kapten Van der Pol dan menyerahkannya kepada istri tercinta sebagai pelunasan janji beliau.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Setahun kemudian tepatnya hari Kamis tanggal 3 Sapar tahun Jimakir (1757 M) secara mengejutkan RM Said menyerbu benteng Vre Deburg di Yogyakarta. Pasukannya diperintahkan bersiap sedia mati dijalan Allah. Benteng Belanda berhasil diserang dengan korban 5 tentara Kumpeni tewas serta ratusan lainnya mengalami luka-luka. Menjelang tengah malam RM Said memutuskan mundur karena apabila diteruskan justru akan merugikan pihaknya sendiri. Walaupun tidak memperoleh kemenangan mutlak, keberaniannya menyerang benteng Belanda ditengah kota Yogyakarta menjadi bukti bahwa RM Said merupakan pemimpin sekaligus panglima perang yang brilian.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kehebatan RM Said dalam strategi perang dan membina pasukan yang militan bukan hanya dipuji oleh pengikutnya, melainkan juga disegani lawannya. Hampir dalam setiap pertempuran selalu memperoleh kemenangan sehingga beliau dijuluki ”Pangeran Sambernyawa” karena dianggap sebagai penyebar maut oleh musuh-musuhnya.<br />
Mengutip Jendral Wiranto dalam bukunya ”Memahami Jejak Langkah Pangeran Sambernyawa” (2005), strategi tempur RM Said yang menggunakan tiga konsep “Dedemitan”, “Weweludan” dan “Jejemblungan” mengacu pada tindakan taktis yang dilandasi pertimbangan kerahasiaan, pendadakan, kecepatan gerak dan kepandaian mengecohkan lawan. ”Keputusan menyerang benteng Belanda di Yogyakarta merupakan strategi tak lazim, misterius, dan tak pernah diperhitungkan lawan. Hal ini karena telah sekian lama RM Said menarik lawannya ke daerah hutan dan gunung”.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kumpeni akhirnya menyadari RM Said sulit ditaklukkan melalui kekuatan senjata. Gubernur Jawa yang berkuasa waktu itu, Baron van Hohendorf, mengakui kehebatan RM Said, ”Pangeran yang satu ini sudah sejak mudanya terbiasa berperang dan menghadapi kesulitan, sehingga tidak mau diajak bergabung dengan Kumpeni. Keterampilan perangnya itu diperoleh selama pengembaraan di daerah pedalaman”. Hohendorf juga mengakui RM Said merupakan raja Jawa pertama yang berani melibatkan wanita dalam angkatan perangnya. Mereka bahkan diikutkan dalam setiap pertempuran ketika memberontak melawan Sunan, Sultan, dan Kumpeni.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Pada tanggal 12 Maret 1757 Kumpeni menawarkan perjanjian damai dengan syarat RM Said menyerah kepada Sunan. RM Said menolak tawaran tersebut karena beliau tidak merasa kalah dalam peperangan, dan tetap akan melanjutkan perjuangan melawan Kumpeni. Sehingga Kumpeni menemui beliau kembali dan mengabulkan tuntutan RM Said. Maka pada tanggal 17 Maret 1757 dilangsungkan Perjanjian Salatiga. Dengan dikawal 400 prajurit berkuda dalam formasi siaga tempur, RM Said menandatangani perjanjian damai. Dalam perundingan yang hanya melibatkan Sunan PB III dengan saksi utusan Sultan HB I dan Kumpeni itu disepakati RM Said mendapatkan hak mendirikan dan memimpin sebuah istana dari sebuah kadipaten yang independen dan bebas dari campur tangan pihak manapun (swapraja). Kedudukannya bukan seperti Sunan dan Sultan yang disebut leenman, yaitu raja yang meminjam kekuasaan dari Kumpeni.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Sejak itulah RM Said berhenti berperang dan mulai beralih dari perjuangan bersenjata menjadi pendekatan prosperity, yaitu perjuangan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Seluruh perhatiannya tertuju kepada misi baru sebagai pemimpin sekaligus pendiri dinasti Mangkunagaran bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Sri Mangkunegara I.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Museum dan Reksopustoko</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Setelah penjelasan singkat dari Ibu Insiwi selaku dosen pembimbing, rekan 2009 bersama panitia menlanjutkan napak tilas Mangkunegaran dengan mengunjungi museum dan perpustakaan mangkunegaran yang bernama reksopustoko. Dengan di pandu oleh seorang <em>guide</em> rekan 2009 di pandu dalam mengenali satu per satu penginggalan apa saja yang ada di kraton ini, mulai dari mangkunegoro I higga IX.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Reksopustoko pun tidak ketinggalan, karena jurusan ilmu sejarah pasti nantinya akan selalu berhubungan dengan arsip-arsip, tinjauan ke reksopustoko dinilai dangat penting dan disambut sangat antusias oleh peserta. Di sana mereka dikenalkan dengan koleksi buku-buku yang ada di mangkunegaran beserta koleksi arsip yang mungkin besok akan sangat membantu dalam penulisan makalah ataupun sebagai referensi dalam penulisan skripsi.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1124396353934_1347896892_30294016_2177203_n.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1124396353934_1347896892_30294016_2177203_n.jpg" alt="" width="165" height="251" /></a> <a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1124397033951_1347896892_30294032_5949393_n.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1124397033951_1347896892_30294032_5949393_n.jpg" alt="" width="274" height="253" /></a></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;"><strong>Museum purbakala Sangiran</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;">Setelah mangkunegaran, sangiran adalah tujuan berikutnya,.. sekilas tentang sangiran&#8230;</span></p>
<p><em>Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Area ini memiliki luas 48 km² dan terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Secara administratif Sangiran terletak di kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.</em></p>
<p><em>Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus (&#8220;Manusia Jawa&#8221;). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut.</em></p>
<p><em>Di museum Sangiran yang terletak di wilayah ini juga dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu.</em></p>
<p><em>Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sangiran">(http://id.wikipedia.org/wiki/Sangiran)</a></em></p>
<p>Di Sangiran rombongan di pandu oleh mas bowo, salah satu guide yang ada di sini. Mas bowo memandu kami untuk melihat lihat dan menjelaskan berbagai koleksi di museum ini.</p>
<p>Setelah puas berputar-putar, seluruh peserta memasuki ruang audio visual untuk menonton (&#8230;) ah,. saya ga bisa cerita,.. ga ikut masuk nih.. haha..</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama bapak surariana, mbak anjar dan didikuti oleh semua mahasiswa,  bukan hanya maru saja..</p>
<p>bersambung&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=468&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/13/history-for-a-wisdom-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1124395273907_1347896892_30293990_6539875_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1124396353934_1347896892_30294016_2177203_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1124397033951_1347896892_30294032_5949393_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perdagangan anak dan wanita, sebuah realita yang ironis</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/perdagangan-anak-dan-wanita-sebuah-realita-yang-ironis/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/perdagangan-anak-dan-wanita-sebuah-realita-yang-ironis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 22:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari hati]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[trafficking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu sebuah surat kabar nasional memuat berita tentang maraknya penjualan anak dan wanita. Skalanya pun sudah taraf internasional, bukan hanya lintas pulau, namun lintas negara. Perbatasan Indonesia dan Malayasia menjadi tempat yang sangat strategis dalam melakukan aksi penyelundupan &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/perdagangan-anak-dan-wanita-sebuah-realita-yang-ironis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=452&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.nema.gov.ng/images/humantrafficking2.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.nema.gov.ng/images/humantrafficking2.jpg" alt="" width="444" height="195" /></a></p>
<p>Beberapa bulan lalu sebuah surat kabar nasional memuat berita tentang maraknya penjualan anak dan wanita. Skalanya pun sudah taraf internasional, bukan hanya lintas pulau, namun lintas negara. Perbatasan Indonesia dan Malayasia menjadi tempat yang sangat strategis dalam melakukan aksi penyelundupan karena minimnya penjagaan di wilayah tersebut.</p>
<p>Sungguh memperihatinkan, kondisi masyarakat Indonesia semakin hari semakin semerawut saja. Makhluk berderajat tinggi seperti manusia telah berubah kodrat dari sebagai khalifat di bumi ini menjadi primadona komoditi dagang bagi oknum tertentu.</p>
<p>Apa yang salah dari semua ini? Apakah anak-anak dan wanita yang menjadi korban <em>trafficking </em>ini pantas mengalami hal semacam ini? Apakah kedudukan wanita di mata sebagian oknum pria sudah sedemikian rendahnya? Ataukah ini hanya soal napsu belaka dan uang semata?</p>
<p>Menurut Comte, wanita &#8220;secara konstitusional&#8221; bersifat inferior terhadap laki-laki karena kedewasaan mereka berakhir pada masa kanak-kanak, sehingga Comte percaya bahwa wanita menjadi subordinat laki-laki manakala mereka menikah<span id="more-452"></span> (Berger and Mooore, 1974:7). Demikian pula perceraian ditiadakan bagi wanita sebab secara sederhana mereka adalah budak laki-laki manja. Ia menegaskan bahwa untuk menyusun tatanan masyarakat yang baik dan maju, diperlukan otoritas patriarkat dan kediktatoran politik (Berger and Moore, 1974:2)</p>
<p>lalu bagaimana dengan anak-anak? Jika dikatakan wanita adalah budak laki-laki manja, maka anak-anak adalah tidak lebih dari strata lemah dalam rimba manusia. Tingkatan yang paling tidak berbahaya di bandingkan sebagian oknum lelaki, yang merasa dirinya adalah superior. Absolutisme dalam diri lelaki memang sudah ada sejak dia lahir. Ini adalah kodrati, derajat lelaki memang lebih di tinggikan dari pada wanita. Agama dan budaya patriarkat yang merupakan budaya sebagian besar pendududk Indonesia pun mempertegas bahwa kedudukan lelaki lebih tinggi dari pada wanita. Namun itu semua tidak bisa di jadikan satu alasan untuk menganggap rendah kaum wanita.</p>
<p><strong>Ranah Hukum</strong></p>
<p>Menurut sebuah data yang dirilis oleh kantor pengawasan dan pemberantasan perdagangan manusia Amerika, setipa tahunnya diperkirakan 600.000-800.000 orang menyeberang perbatasan internasional dan sampai saat ini masih terus berkembang.</p>
<p>Fakta ironisnya adalah bahwa praktik perdagangan manusia ini selalu menggunakan kedok pengerahan dan penempatan buruh migran. Hukum yang cacad dan lemah semakin memperbesar celah <em>trafficking </em>yang dilakukan oleh segelintir oknum.</p>
<p>Mengutip pasal 297 KUPH yang sering dijadikan pasal rujukan dalam kasus ini, disebutkan bahwa &#8220;memperdagangkan perempuan dan laki-laki dan permepuan yang belum dewasa dihukum penjara selama-lamanya 6 tahun&#8221;. Celakanya pasal ini tidak secara rinci mengatur tentang kejahatan itu. Pasalnya modus operandi perdagangan manusia ini setidaknya telah menggunakan 10 cara berbeda (modus pengiriman buruh migran, perekrutan pembantu rumah tangga, prostitusi, kawin kontrak, pengemisan, pemenuhan pasokan pedhofilia, pengedaran narkoba, duta budaya, perdagangan bayi dan transplantasi organ dan kepentingan pornografi)</p>
<p><strong>Solusi atau apa?</strong></p>
<p>Sangat luar biasa, perdagangan manusia telah samapai pada klimaksnya, ketika bukan hanya tenaga budak saja yang diperjualbelikan tatapi hingga organ-organ pun dijadikan barang dagangan. Pencapaian manusia pada hal ini sangatlah memprihatinkan. bayangkan saja organ-organ manusia disamakan dengan onderdil mesin-mesin yang dapat dipreteli dan diperjualbelikan secara bebas.</p>
<p>Jika ada solusi apa solusinya? Bisnis yang melibatkan wanita dan anak-anak (phedofil) adalah bisnis yang abadi. Selama masih ada nafsu serakah manusia, maka bisnis ini akan terus ada. sama halnya dengan bisnis narkotika. kedua bisnis ini adalah bisnis abadi yang ada di muka bumi. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga, kesadaran akan pentingnya nilai kasih sayang seharusnya sudah cukup untuk mencegah timbulnya kasus-kasus semacam ini.</p>
<p>Korban perdaganagn manusia menderita secara jasmani dan rohani. Maka segenap kepedulian dan bantuan harus senantiasa digalang untuk menyediakan bantuan yang memedai bagi koban. Bantuan bisa meliputi penanganan luka jasmani dan rohani, klaim atas hak sebagai pekerja, bantuan proses hukum dan yang sebagai kunci adalah penuntutan terhadap mafia perdagangan manusian ini.</p>
<p>Jika tidak dimulai dari kita, siapa yang akan berperan? Aapakah pemerintah dengan segala macam undang-undang dan peraturan hukum sudah bisa menjamin bisa manghapuskan praktek galap ini? Apakah banyaknya LSM yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan tetek bengek jaringannya bisa memberantas <em>trafficking</em>? Bukan pesimis, tapi realistis!</p>
<p>Semoga tulisan saya yang singkat ini bisa kita jadikan sebuah refleksi,..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=452&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/perdagangan-anak-dan-wanita-sebuah-realita-yang-ironis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nema.gov.ng/images/humantrafficking2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>to be with you</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/to-be-with-you/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/to-be-with-you/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 17:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[david archuleta]]></category>
		<category><![CDATA[to be with you]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;ve been alone so many nights now, And I&#8217;ve been waitin&#8217; for the stars to fall. I keep holdin&#8217; out for what I don&#8217;t know To be with you, just to be with you. So here I am staring at &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/to-be-with-you/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=456&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">I&#8217;ve been alone so many nights now,<br />
And I&#8217;ve been waitin&#8217; for the stars to fall.<br />
I keep holdin&#8217; out for what I don&#8217;t know<br />
To be with you, just to be with you.</p>
<p style="text-align:center;">So here I am staring at the moon tonight,<br />
Wondering how you look in this light.<br />
Maybe you&#8217;re somewhere thinkin&#8217; about me too.<br />
To be with you, there&#8217;s nothing I wouldn&#8217;t do.</p>
<p style="text-align:center;">And I can&#8217;t imagine two worlds spinnin&#8217; apart<br />
Come together eventually..</p>
<p style="text-align:center;">And when we finally meet, I&#8217;ll know it&#8217;s right.<br />
I&#8217;ll be at the end of my restless road.<br />
But this journey, it was worth the fight.<br />
To be with you, just to be&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Holding you for the very first time, never letting go.<br />
What I wouldn&#8217;t give to feel that way&#8230;<br />
Oh&#8230;
</p>
<p style="text-align:center;">Oh, to be with you&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Oh, and I can&#8217;t imagine two worlds spinnin&#8217; apart<br />
Come together eventually.</p>
<p style="text-align:center;">And when you&#8217;re standin&#8217; here in front of me,<br />
That&#8217;s when I know that God does exist.<br />
&#8216;Cause He will have answered every single prayer.<br />
To be with you, just to be with you, yeah.<br />
You&#8230;.
</p>
<p style="text-align:right;"><strong> David Archuleta</strong></p>
<p>*postinganku yang paling ga cetha,.. masa cuma psoting lirik ini? whats wrong with me?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=456&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/07/to-be-with-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Jawa &#8220;Ilang Pekarangane&#8221;</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/03/orang-jawa-ilang-pekarangane/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/03/orang-jawa-ilang-pekarangane/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 07:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[heri priyatmoko]]></category>
		<category><![CDATA[historia vitae magistra]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[teroka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[TEROKA Orang Jawa &#8220;Ilang Pekarangane&#8221; Sabtu, 3 Oktober 2009 &#124; 03:58 WIB Heri Priyatmoko Salah seorang jurnalis Kompas yang tekun menulis masalah pangan, Andreas Maryoto, dalam bukunya Jejak Pangan: Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan (2009), mengutarakan kegelisahannya: di depan &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/03/orang-jawa-ilang-pekarangane/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=445&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- kolom kiri --> <!-- headline--></p>
<div class="w650">
<p><!-- judul + lead --></p>
<div class="pl_24 pr_0 pb_15">
<div class="font10a c_orange">TEROKA</div>
<div class="font36 c_black">Orang Jawa &#8220;Ilang Pekarangane&#8221;</div>
</div>
<p><!-- end judul + lead --></div>
<p><!-- end headline --> <!-- isi berita -->Sabtu, 3 Oktober 2009 | 03:58 WIB</p>
<p align="center"><strong>Heri Priyatmoko</strong></p>
<p>Salah seorang jurnalis Kompas yang tekun menulis masalah pangan, Andreas Maryoto, dalam bukunya Jejak Pangan: Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan (2009), mengutarakan kegelisahannya: di depan rumah masyarakat Jawa bukan lagi lahan pekarangan, tetapi sudah menjadi jalan raya. Di belakang rumah lahan makin sedikit dan cenderung berimpitan dengan rumah tetangga, bahkan kini sudah banyak yang hilang.</p>
<p>Padahal, tempo dulu, pekarangan bagi orang Jawa bukan sebatas sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasnya. Namun, itu potret ketahanan pangan atau lumbung hidup mereka.</p>
<p>Menurut Poerwadarminta, pekarangan berasal dari kata ”karang” yang berarti halaman rumah. Pakar lingkungan yang mumpuni, Otto Soemarwoto, mengatakan, pekarangan merupakan suatu ekosistem yang ditanami dengan berbagai tanaman yang masih mempunyai hubungan fungsional, baik sosial- budaya, ekonomi, dan biofisika.</p>
<p>Namun, di Kota Solo, terdapat hal yang cukup aneh menyangkut perkampungannya dibandingkan dengan, misalnya, kampung-kampung Jawa di kota lain. Rumah-rumah penduduk di Solo umumnya justru tidak mempunyai pekarangan. Yang ada hanyalah pelataran kecil dan berpagar tembok. Dalam fakta sejarah, perkampungan di Solo terbentuk dari struktur permukiman yang mengacu pada model kerajaan<span id="more-445"></span>, yaitu berdasarkan fungsi. Yang mendiami kampung bukan para petani, melainkan kelompok abdi dalem dan sentana dalem yang mempunyai kepentingan dengan raja dan keraton.</p>
<p>Jadi, seperti banyak ahli mengatakan, ideologi kemandirian pangan yang lama tumbuh dan lestari di masyarakat Jawa dengan adanya pekarangan saat ini tidak kita temukan lagi dalam masyarakat Solo. Untuk mencukupi kebutuhan perut, kelompok priayi mengandalkan pasokan beras dari warga desa.</p>
<p><strong>Fungsi-fungsi pekarangan</strong></p>
<p>Pekarangan dapat menjadi cerminan betapa majunya kebudayaan petani Jawa, terutama dalam berolah pikir. Pekarangan disusun dengan teknik yang memikirkan aspek kesehatan, ekonomi, artistik, dan sosial-budaya. Tempo dulu, petani menanam jahe, kunyit, dan jeruk pecel di pekarangan rumah tidak sebatas untuk mendukung keindahan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai obat penyakit ringan, seperti batuk dan demam.</p>
<p>Meski begitu, pekarangan bukan berarti bebas ditanami aneka macam tanaman. Itu karena, menurut keyakinan Jawa kuno, ada tanaman yang bisa mendatangkan dampak negatif terhadap pemilik rumah. Misalnya, pohon waluh jika ditanam di depan rumah bisa berakibat rezeki menjauh dan suami-istri sering bertengkar.</p>
<p>Di sisi lain, pekarangan pun berfungsi sebagai sumber ekonomi. Petani pada masa lalu, jika hendak memenuhi kebutuhan sandang dan alat-alat rumah tangga yang terbuat dari logam, menjual hasil panenan pekarangan ke pasar. Tidak hanya itu, komoditas pekarangan juga menjadi sarana sosialisasi dengan tetangga sekitar. Ketika memanen hasil pekarangannya, mereka berbagi antartetangga.</p>
<p>Selain itu, setiap pekarangan sering dipakai anak-anak kampung untuk melakukan bermacam-macam permainan, seperti jelungan, nekeran (bermain kelereng), engklek, gerobak sodor, dan bentik. Bagi masyarakat desa yang asli, pekarangan bukanlah milik pribadi yang eksklusif, melainkan ruang publik. Karena itu, masyarakat desa bisa memakainya untuk keperluan yang bersifat sosial dan kultural.</p>
<p><strong>Desakralisasi tanah</strong></p>
<p>Pertanyaan selanjutnya, sejak kapan pekarangan di wilayah pedesaan mulai menyusut hilang? Sejarawan Kuntowijoyo dalam karyanya Selamat Tinggal Mitos, Selamat Datang Realitas (2002), mengungkapkan, kekuatan ekonomi memaksa orang Jawa untuk mengubah pandangan mereka tentang tanah. Awal mulanya, tanah bagi masyarakat Jawa amat sakral, tidak boleh dijual dan kepemilikannya harus diwariskan secara turun-temurun. Namun, pada akhirnya terjadi desakralisasi tanah. Pemilik tanah tunduk kepada uang dan pasar.</p>
<p>Tidak sedikit pekarangan yang seharusnya dilestarikan untuk apotek hidup malah dijual untuk didirikan tempat usaha dan rumah baru. Tanaman yang dulu rimbun membuat asri dan berfaedah itu dibabat habis demi lancarnya pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Kemudian pekarangan plus pelataran di pedesaan Jawa mulai terdesak seiring dengan pertambahan penduduk. Desa semakin padat, sedangkan proyek-proyek pembangunan perumahan yang gencar dilakukan sering kurang memperhitungkan keberadaan pekarangan.</p>
<p>Pekarangan kini diabaikan. Masyarakat desa, manakala sakit, kini tiada perlu lagi memetik tanaman di pekarangan dan meramunya menjadi obat sebab obat sudah banyak tersedia di warung. Tanaman untuk obat-obatan akhirnya tidak lagi dianggap penting. Akibat dari itu pun dapat diperkirakan: pekarangan menyusut, kehilangan fungsi dan perannya.</p>
<p>Bersamaan dengan itu, masyarakat Jawa tradisional pun, tidak hanya kehilangan tanah (pekarangan)-nya, tetapi juga ruang publiknya untuk bersosialisasi, lumbung hidup tempat beraktualisasi, dan ruang budaya tempatnya bereksistensi.</p>
<p>Kearifan lokal? Maaf saja, ia sudah terkubur di pekarangan, yang kini sudah menjadi ruko, mal, atau pusat perdagangan yang pertumbuhannya sama subur dengan cabe, jahe, atau kembang sepatu, pengisi pekarangan yang dulu. Ini sebuah romantisme? Barangkali. Tapi, lihatlah dulu jiwa dan pikiran kita sendiri, apakah ia masih memiliki romannya?</p>
<p><em><strong>Heri Priyatmoko</strong> Kolumnis Solo Tempo Doeloe, Peneliti Sejarah di Kabut Institut, Solo</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=445&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/03/orang-jawa-ilang-pekarangane/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>g30s, sebuah refleksi</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/02/g30s-sebuah-refleksi/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/02/g30s-sebuah-refleksi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 22:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari hati]]></category>
		<category><![CDATA[G30S]]></category>
		<category><![CDATA[historia vitae magistra]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[akan kuingat selalu Ade Irma Suryani waktu dipeluk dipangku ibu dengan segala kasih kini ia terbaring dipangkuan Tuhan senang dan bahagia hatinya kini ia terlena tertidur terbaring nyenyak dipelukan Tuhannya &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;** Sejarah pernah mencatat tragedi kelam bangsa ini, peristiwa terbunuhnya &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/02/g30s-sebuah-refleksi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=441&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#a44448;font-size:medium;">akan kuingat selalu<br />
Ade Irma Suryani<br />
waktu dipeluk dipangku ibu<br />
dengan segala kasih </span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#a44448;font-size:medium;">kini ia terbaring dipangkuan Tuhan<br />
senang dan bahagia hatinya<br />
kini ia terlena tertidur terbaring<br />
nyenyak dipelukan Tuhannya </span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;**</p>
<p>Sejarah pernah mencatat tragedi kelam bangsa ini, peristiwa terbunuhnya petinggi angkatan darat republik Indonesia 44 tahun silam ternyata masih menyisakan duka yang amat mendalam.  Peristiwa yang kita kenal dengan sbeutan G30S ini memang sangat fenomenal dan absurd. Fenomenal karena semua lapisan masyarakat mengetahui telah terjadi peristiwa pembunuhan terhdadap &#8220;dewan jenderal&#8221; dan absurd karena adanya banyak versi yang bermunculan hingga sekarang menyangkut peristiwa ini.</p>
<p>Tak usah saya ceritakan satu persatu, cukup di ketahui saja bahwasanya peristiwa ini belum tentu di dalangi oleh PKI yang selama ini menjadi versi yang paling berkembang luas di masyarakat. Selaim PKI ada juga versi yang menyebutkan bahwa pelaku dari G30S adalah Soekarno dan Soeharto. Konflik internal Angkatan Darat pun menjadi salah satu versi yang kontroversi, terlebih lagi ada versi yang menyebutkan jika peristiwa berdarah itu di dalangi oleh pihak asing yaitu CIA.<span id="more-441"></span></p>
<p>Korban sudah berjatuhan, salah satunya adalah anak dari jenderal AH Nasution, ade irma suryani yang menjadi tameng ayahnya ketika ada sekumpulan orang datang untuk menculik dan membunuh beliau. Dia meninggal di usia 5 tahun, mengorbankan nyawa untuk melindungi ayah tercinta. Korban yang meninggal memang sudah tidak bisa hidup lagi, terima saja, kita hanya bisa mengikhlaskan kepergian mereka.</p>
<p>Yang tidak bisa di tolerir adalah peristiwa-peristiwa pasca G30S, dimana ribuan orang yang dituduh sebagai PKI di bantai dengan sangat kejam. Perusakan aset pribadi, kebebasan yang dikebiri dan teror selalu menghantui mereka. Atas tuduhan yang tidak mereka lakukan, &#8220;si lemah&#8221; ini tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan anak keturunan mereka pun menjadi korban.</p>
<p>Tragis memang,.. dan ini lah yang kakek saya (alm) alami. Beliau yang dengan pangkat terakhir sebagai kolonel dengan jabatan terakhir sebagai wakasad jateng di penjara selama 7 tahun karena mendapat tuduhan bahwa belaiu terlibat dalam G30S!! !@#$%^&amp;( what the f***. Saya baru mengetahui cerita ini 4 tahun yang lalu. Ketika itu saya menginap di Semarang, di rumah budhe dan diceritakanlah itu semua. Bahkan kakak sempat berkata kepada anak-anaknya <em>&#8220;nek kowe gelem selamet, aku iki patenono&#8221;</em> (jika kalian ingin selamat, saya ini di bunuh saja) .. Ck ck ck.. sampai segitunya beliau berkata, dapat dibayangkan betapa menyedihkannya keadaan kala itu.</p>
<p>Peristiwa kelam itu bersumber dari satu hal, yakni ketamakan, tamak akan harta dan tamak akan kekuasaan sehingga bisa membuat segelintir orang menjadi sesat! Jangankan merampok, membunuh saja dilakoni.. Sudah sedemikian parahkan moral penguasa waktu itu, partai yang menghimpun masa sedemikian banyak ternyata hanya dijadikan sebuah kedok kebusukan. Angkatan bersenjata yang gagah berani hanya dijadikan topeng dan pihak asing yang memiliki politik kepentingan dengan bangsa ini siap melakukan berbagai intervensi rumah tangga negara dengan berbagai cara yang licik.</p>
<p>Tapi semua itu memang sudah digariskan, andai kita tidak mengenal peristiwa G30S maka kita tidak akan bisa belajar, karna sejarah adalah guru terbaik kehidupan, <em>Historia Magistra Vitae</em>.. Sejarah telah mencatat, sekarang apakah sejarah kelam yang tercatat itu akan terulang kembali? Tanyakan pada diri kita, jangan samapi kita menyesal dikemudian hari hanya karena kita beranggapaan bahwa &#8220;sing uwis yo uwis&#8221; (yang sudah ya sudah) ?? Pikirkanlah itu.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=441&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/02/g30s-sebuah-refleksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Napak Tilas Jejak Mas Nurdin</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/napak-tilas-jejak-mas-nurdin/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/napak-tilas-jejak-mas-nurdin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 21:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[mojosongo]]></category>
		<category><![CDATA[nordin]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Halaman FSSR UNS penuh sesak di pagi itu, ternyata sedang ada acara halal bihalal dosen dan karyawan pasca Lebaran. Perkuliahan dihentikan sesaat, artinya jam kosong.. (hoorrayyy). Malam sebelumnya kami berdua (saya dan hikmah) memang sudah mempunyai rencana untuk berkunjung ke &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/napak-tilas-jejak-mas-nurdin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=432&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halaman FSSR UNS penuh sesak di pagi itu, ternyata sedang ada acara halal bihalal dosen dan karyawan pasca Lebaran. Perkuliahan dihentikan sesaat, artinya jam kosong.. (hoorrayyy).</p>
<p>Malam sebelumnya kami berdua (saya dan hikmah) memang sudah mempunyai rencana untuk berkunjung ke mojosongo, tepatnya di dukuh kepuh sari tempat dimana Densus 88 anti teror melakukan penggerebekan terhadap Nordin M Top, gembong teoris yang sudah 9 tahun buron.</p>
<p>Perjalanan cukup singkat, ya walau Hikmah bilang itu jauh.. (kami punya pandangan berbeda tentang apa itu jauh dan dekat). 15 menit kami menyusuri jalan di belakang kampus Uns hinga ke Mojosongo. Setelah paranoid karena takut ketilang polisi (hikmah ga pake helm)<span id="more-432"></span> akhirnya kami sampai di rumah kontrakan gembong teroris itu.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180183533_1347896892_30281874_443783_s.jpg"><img class="aligncenter" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180183533_1347896892_30281874_443783_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180183533_1347896892_30281874_443783_s.jpg"></a> <a href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180223534_1347896892_30281875_4080262_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180223534_1347896892_30281875_4080262_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /><br />
</a></p>
<p>Petunjuk arah semacam ini sangat banyak di temui di sekitar TKP. Nampaknya masyarakat sekitar benar-benar menjadikan rumah mas nurdin ini sebagai tempat wisata dadakan. Euforia sesaat ini boleh-boleh saja, yang penting semua lapisan masyarakat bisa bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan sekitar TKP.</p>
<p><strong>Gendar pecel Nordin</strong></p>
<p>Gendar pecel tentu adalah makanan yang sudah tidak asing lagi, tapi ini ada yang namanya gendar pecel Nordin, kami berdua sebenarnya juga sudah tahu akan kemunculan jenis makana &#8220;baru&#8221; itu dari publikasi media-media ynag meliput ke daerah ini, baik via tivi atau media internet. Hanya sekedar ingin membuktikan saja. Sebenarnya hanya nama saja.. di belahan dunia manapun yang namanya pecel itu ya saus kacang! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182063580_1347896892_30281885_7725608_s.jpg" alt="" width="160" height="97" /></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182023579_1347896892_30281884_5642526_s.jpg"><img class="aligncenter" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182023579_1347896892_30281884_5642526_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ternyata siang itu olah TKP</strong></p>
<p style="text-align:left;">Perjalanan kami belum lengkap rasanya tanpa menyaksikan sendiri bagaimana bentuk rumah dari si ahli bom ini. Dikelilingi oleh garis polisi dan dijaga ketat oleh aparat. Tidak seorangpun boleh memasuki kawasan ini. Tapi ya namanya penasaran.. (devil).. bukan kami.. tapi ada beberapa bocah balita yang tanpa pengawasan orang tua main nyelonong melampaui batas <em>police line</em>. Dengan lugunya si anak berkata kepada ibunya &#8220;buk, nurdin sudah dikubur ya&#8221; wah-wah.. dasar anak jaman sekarang,. :p</p>
<p style="text-align:left;">Dengan kondisi setengah hancur (saya mengetik ini sambil <em>mbayangne</em> <em>dolananm counter-strike</em>), rumah mas nurdin di tutupi dengan memasang seng berwarna hijau dan dikelilingi juga dengan <em>pralon</em> berwarna putih. Kesempatan ini tidak kami siakan, jepret sana jepret ini itu..</p>
<p style="text-align:left;">Ketika kami kembali dan memutuskan untuk <em>back to campus</em>, pak parkir memberitahukan kalo sebentar lagi akan ada olah TKP oleh POLRI. Pantas saja banyak sekali wartawan yang meliput disini, wah ini kesempatan langka,. Tapi sayangnya kami terbentur dengan waktu, Hikmah yang notabene masih berstatus mahasiswa baru itu jam 11 siang harus berada di kampus untuk mengikuti kegiatan Asistensi Agama Islam. Apa boleh buat dan akhirnya kami melewatkannya juga..</p>
<p style="text-align:left;">Ada sedikit oleh-oleh dari kami,.. bukan pecel nya ya.. hehe.. sanya sebuah kenang-kenangan berupa gambar dibawah ini..</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119181303561_1347896892_30281882_4175508_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119181303561_1347896892_30281882_4175508_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a> <a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182543592_1347896892_30281890_5908069_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182543592_1347896892_30281890_5908069_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a> <a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182663595_1347896892_30281893_5275744_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182663595_1347896892_30281893_5275744_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119183423614_1347896892_30281898_4245714_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119183423614_1347896892_30281898_4245714_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a> <a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119185983678_1347896892_30281917_4862207_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119185983678_1347896892_30281917_4862207_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a> <a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119180343537_1347896892_30281878_6431149_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119180343537_1347896892_30281878_6431149_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a></p>
<p style="text-align:center;">=======================</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119186023679_1347896892_30281918_7120008_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119186023679_1347896892_30281918_7120008_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a> <a href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182583593_1347896892_30281891_7274606_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182583593_1347896892_30281891_7274606_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a> <a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119183383613_1347896892_30281897_3566108_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119183383613_1347896892_30281897_3566108_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119185183658_1347896892_30281912_1561356_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119185183658_1347896892_30281912_1561356_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a> <a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119185223659_1347896892_30281913_8271682_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119185223659_1347896892_30281913_8271682_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a> <a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119184423639_1347896892_30281904_6353741_s.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119184423639_1347896892_30281904_6353741_s.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a></p>
<p style="text-align:center;">*****================================*****</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=432&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/napak-tilas-jejak-mas-nurdin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180183533_1347896892_30281874_443783_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119180223534_1347896892_30281875_4080262_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182063580_1347896892_30281885_7725608_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182023579_1347896892_30281884_5642526_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119181303561_1347896892_30281882_4175508_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182543592_1347896892_30281890_5908069_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182663595_1347896892_30281893_5275744_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119183423614_1347896892_30281898_4245714_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119185983678_1347896892_30281917_4862207_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119180343537_1347896892_30281878_6431149_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119186023679_1347896892_30281918_7120008_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9130_1119182583593_1347896892_30281891_7274606_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119183383613_1347896892_30281897_3566108_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119185183658_1347896892_30281912_1561356_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119185223659_1347896892_30281913_8271682_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs264.snc1/9130_1119184423639_1347896892_30281904_6353741_s.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Open Source itu&#8230;</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/open-source-itu/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/open-source-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 18:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[PETISI OPEN SOURCE PASAL 1 Barang siapa telah memakai Open Source terlebih BlankOn, Pinux, IGOS Nusantara dan yang lain lain sebagai sistem operasi di komputernya, maka ia adalah orang yang cinta tanah air dan berjuang memajukan Negara Indonesia. Sebaliknya jika &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/open-source-itu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=430&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> PETISI OPEN SOURCE</strong></p>
<p><strong>PASAL 1</strong><br />
Barang siapa telah memakai Open Source terlebih BlankOn, Pinux, IGOS Nusantara dan yang lain lain sebagai sistem operasi di komputernya, maka ia adalah orang yang cinta tanah air dan berjuang memajukan Negara Indonesia. Sebaliknya jika memakai sistem operasi bajakan maka ia adalah orang yang hanya ingin mendapatkan kemudahan demi menghalalkan segala cara.</p>
<p><em>Ayat 1</em><br />
Perhatikan, beberapa produk open source ada yang berbayar seperti Red Hat dan SUSE Linux, dan berbagai produk tersebut dilarang keras untuk digandakan tanpa izin.</p>
<p><strong>PASAL 2</strong><br />
Menggandakan Open Source adalah suatu anjuran yang baik, sedangkan menggandakan propietary software tanpa izin adalah dilarang keras tercantum jelas di UU HKI dan Fatwa MUI.</p>
<p><em>Ayat 1</em><br />
Hukum menggandakan Open Source dianjurkan. jika dihitung-hitung dari meringankan beban negara, kemandirian pengguna, hingga saling beramal kepada sesama.<br />
<em>Ayat 2</em><br />
Hukum menggandakan Propietary Software tanpa izin dilarang keras, karena<br />
termasuk perbuatan curang, coba merujuk dengan UU HKI dan Fatwa MUI</p>
<p><strong>PASAL 3</strong><br />
Selama menggunakan Open Source belajar merupakan suatu hal yang tidak akan lepas. karena, setiap manusia tidak akan menghindari kodratnya untuk belajar dengan hal baru. Sedangkan, Menggunakan Propietary Software anda akan terus didikte oleh kebiasaan lama, sehingga otak anda akan merasa malas untuk berubah.</p>
<p><em>Ayat 1 </em><br />
Perhatikan gerak gerik komunitas pengguna open source di kawasan anda demi mendapatkan hasil yang cepat dalam pembelajaran</p>
<p><strong>PASAL 4</strong><br />
Dalam memakai Open Source uang anda akan habis dalam sekejap untuk membeli ribuan paket aplikasi yang dapat diinstall sesuai kebutuhan dalam bentuk kepingan DVD, sedangkan memakai propietary software uang anda akan mengalir &#8220;deras&#8221; ke Luar Negeri.</p>
<p><em>Ayat 1</em><br />
Hati-hati dalam penginstallan, semua aplikasi jika diinstal akan mengalami konflik.</p>
<p><strong>PASAL 5</strong><br />
Dalam memakai Open Source, anda akan terus diawasi oleh kelompok pengguna linux. Sedangkan dalam memakai propietary software yang tidak legal, anda akan diawasi &#8220;beberapa saat&#8221; oleh polisi.</p>
<p><em>Ayat 1 </em><br />
Jika Polisi sudah benar benar bersih, maka anda akan diawasi secara terus menerus.</p>
<p>tertanda.</p>
<p>pengguna Open Source</p>
<p>tulisan ini hanyalah tulisan bodoh saja berdasarkan<br />
opini bersudut pandang anak remaja<br />
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan perkembangan Open Source di Indonesia, agar Indonesia handal dalam teknologi dan santun dalam etika penggunaan teknologi.</p>
<p>*repost dari salah satu message yang masuk ke inbox facebook saya. Dikirim oleh &#8220;Arif Rohman Anak Jalanan* &#8212; FOSS-ID DEPKOMINFO -RI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=430&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/10/01/open-source-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terorisme itu bukan hanya sekedar &#8220;nge-bom&#8221; &#8212; Diskusi FMS</title>
		<link>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/09/30/terorisme-itu-bukan-hanya-sekedar-nge-bom-diskusi-fms/</link>
		<comments>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/09/30/terorisme-itu-bukan-hanya-sekedar-nge-bom-diskusi-fms/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 02:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gilang perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fms]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilangperdana.blog.uns.ac.id/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Berita penggrebekan dan tewasnya gembong teroris kelas wahid di Indonesia Nordin M Top sangatlah menyita perhatian publik dan media. Warga negara Malaysia yang disinyalir merupakan dalang dari serangkaian pengeboman di Indonesia dikabarkan tewas di Solo, tepatnya di Kepuh Sari, Mojosongo. &#8230; <a href="http://kolorjingga.wordpress.com/2009/09/30/terorisme-itu-bukan-hanya-sekedar-nge-bom-diskusi-fms/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=426&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berita penggrebekan dan tewasnya gembong teroris kelas wahid di Indonesia Nordin M Top sangatlah menyita perhatian publik dan media. Warga negara Malaysia yang disinyalir merupakan dalang dari serangkaian pengeboman di Indonesia dikabarkan tewas di Solo, tepatnya di Kepuh Sari, Mojosongo. Saya sendiri mengetahui berita penggrebekan ini berawal dari twitter. Sebuah trending topics yang menyebutkan bahwa ada penggrebekan sarang teroris di Solo yang diliput secara langsung oleh salah satu tv swasta. Solo? what the f*** itu kan kota saya.. Sontak seketika itu saya mangalihkan perhatian dari monitor PC dan menyalakan televisi. Ternyata berita itu benar adanya. Dan seperti dugaan saya, Nordin M Top menjadi perbincangan hangat di Twitter, Facebook dan Plurk. Posting Blog yang berkaitan dengan Si gembong terorist ini pun semain meroket. Terus?</p>
<p>Tidak usah kita berbicara tentang asal muasal Nordin, siapa keluarganya, bagaimana sepak terjangnya yang dia lakukan di Indonesia, dll. Terlalu banyak media yang menjadikannya sebuah &#8220;hot item&#8221; sesaat, apalagi ketika konferensi pers mengenai pembenaran kematiannya. Satu hal laten yang perlu kita perbincangkan di sini adalah <strong>apa sebenarnya motif dan tujuan aksi terorisme di Indoesia? Apa dampak soaial dan psikologis yang diakibatkan oleh aksi semacam itu? Bagaimana sejarawan melihat fenomena ini?</strong></p>
<p style="text-align:center;">==========Mari kita <em>flash back </em>sejenak.. dua kali Bali menjadi sasaran pengeboman, Jakarta (Kedubes Australia dan Hotel JW Marriot) pun tak luput dari aksi terkutuk ini. Keduanya adalah awal mula santernya &#8220;kegiatan&#8221; terorisme di bumi Indonesia. Apa klue nya?boleh lah saya mengatakan  &#8220;Orang asing?&#8221; (barat)  atau jika lebih ekstrim &#8220;isue agama&#8221; bisa juga menjadi kambing hitam.</p>
<p style="text-align:center;">Tarohlah itu isue agama, silahkan orang bebas berbicara tentang dalil ini itu, maupun mengkaitkan ayat di kitab suci. <em>When it is in a bad grade, do worse, done</em>. Sesautu yang buruk itu tetaplah buruk, itu sudah harga mati yang tidak bisa lagi ditawar, dan di agama manpun tidak mengajarkan untuk berbuat sebuah keburukan.=========</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terorisme itu bukan hanya sekedar &#8220;nge-bom&#8221;</strong> &#8211;<a href="http://gilangperdana.blog.uns.ac.id"> http://gilangperdana.blog.uns.ac.id</a></p>
<p>Itu sekilas pengantar dari saya untuk diskusi FMS kali ini, keluarkan suaramu, jangan hanya diam!</p>
<p><a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs083.snc1/4764_1069149132788_1347896892_30153265_3826418_n.jpg"><img class="alignnone" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs083.snc1/4764_1069149132788_1347896892_30153265_3826418_n.jpg" alt="" width="604" height="141" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolorjingga.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolorjingga.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolorjingga.wordpress.com&amp;blog=10062102&amp;post=426&amp;subd=kolorjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolorjingga.wordpress.com/2009/09/30/terorisme-itu-bukan-hanya-sekedar-nge-bom-diskusi-fms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b922bbbb1fdcd095ec7334af9b27027d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikansiluman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs083.snc1/4764_1069149132788_1347896892_30153265_3826418_n.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
